Sabtu, 10 November 2012

MENJADIKAN HIDUP MENJADI LEBIH HIDUP.



Pernahkah Anda mendengar kata-kata tersebut? Ini kalimat iklan yang banyak terpampang di tempat tempat ramai. Hidup menjadi lebih hidup, apabila tidak sekedar memikirkan diri sendiri. Hidup tidak untuk diri sendiri. Ada peribahasa dalam filosofi Jawa, Hidup untuk ikut “Memayu Hayuning Bawono”, kalau dalam agama islam, menjadi “Rahmatan Lil Alamin”, menjadi rahmat untuk seluruh alam. Idealis memang, tapi itulah idealismenya.
     Kalau kita cermati lebih dalam, maka ada makna tersembunyi yang jauh lebih luas. HIDUP bukanlah semata-mata untuk diri kita sendiri, melainkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan secara umum. Hidup kita ini sangat mengagumkan dan kita perlu menghargai Hidup ini. Menghargai HIDUP berarti menggunakan hidup untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan kehidupan
     Mereka yang menghargai HIDUPnya, akan lebih dekat dengan kemudahan dan keberuntungan dalam hidupnya. Sebaliknya mereka yang tidak menghargai HIDUPnya, hanya memikirkan dirinya sendiri, akan lebih dekat dengan kesulitan dalam kehidupannya.
Bagaimana caranya menghargai HIDUP kita ? Apa yang harus dilakukan dalam menghargai HIDUP, sehingga kita bisa dekat dengan kemudahan dan keberuntungan hidup ? Ada empat cara untuk menjadikan Hidup menjadi Lebih Hidup:
  1. Ubah Orientasi Hidup dari memikirkan diri sendiri menjadi Memikirkan Orang Lain
        Renungkan sejenak, apakah Anda sering memikirkan diri sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya berpikir bagaimana memenuhi keinginan sendiri, ingin rumah lebih mewah, ingin mobil lewah besar, ingin penghasilan lebih tinggi, ingin lebih kaya, dll. Kalau hal itu yang selalu memenuhi benak pikiran kita, itu artinya kita  hanya berpusat pada diri sendiri. Hanya memikirkan dan mementingkan diri sendiri.
      Mulailah mengubah pusat hidup kita menjadi banyak memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan bagaimana membantu fakir miskin yang kesulitan membeli sembako, bagaimana membantu pekerjaan bagi pengangguran, membantu orang tak berdaya, memikirkan orang yang kurang rejeki, orang yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya kita sudah mulai memikrikan orang lain. Ini akan membawa kita lebih dekat dengan kemudahan dan keberuntungan dalam hidup.
  1. Tingkatkan empati anda kepada orang lain.
      Bersikap empati kepada orang lain merupakan salah satu cara menghargai HIDUP kita. Bersikap empati berbeda pengertiannya dengan sikap simpati. Sikap simpati lebih merupakan kesepakatan penilaian terhadap orang lain. Sedangkan sikap empati lebih menekankan pada mengerti orang lain, memahami kondisi orang lain  secara emosional dan intelektual. Artinya kita menggunakan ketajaman mata hati untuk memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha melihat kesulitan orang lain.
      Bersikap empati, sederhananya memandang keluar melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca mata orang lain.
Bagaimana caranya ?. Kita sapat memulainya dengan menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki kerendahan hati, kesediaan berbagai kebaikan dengan orang lain. Memiliki kesediaan hati berbagai kegembiraan disaat memperoleh kemenangan dan memberikan dorongan disaat mengalami kesulitan.
  1. Banyak Melepaskan Energi Positif.
     Melepaskan energi positif artinya banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan positif. Memandang hidup ini dari kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal positif. Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan pada saat menolong orang yang kesusahan ? Itulah sesungguhnya kebahagiaan yang menyentuh aspek spiritual. Menolong orang lain adalah pekerjaan positif, artinya kita melepaskan energi positif kepada orang lain.
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepasakan energi positif ini, diantaranya mungkin anda punya semangat, punya ide, punya solusi bagi orang lain, maka berbagilah dengan orang lain. Semakin banyak anda melakukan pekerjaan positif, semakin banyak energi positif yang keluar dan semakin banyak yang akan kembali Anda terima. Mungkin anda akan menerimanya dalam bentuk kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup, kemudahan rejeki, dll.
  1. Bertawakal Kepada Allah SWT
      Hidup ini karunia dari Yang Maha Kuasa. Dia-lah yang berkuasa mengambilnya kembali.  Dia pulalah yang berkuasa memberikan kemudahan, keberhasilan atau kesulitan dalam kehidupan kita. DIA pembuat Scenario hiudp kita. Tentunya itu semua bermula dari bagaimana cara kita menghargai hidup yang sudah diberikan oleh-Nya.
Bertawakal artinya berserah diri secara total kepada Allah. Bersyukur menerima kehidupan ini. Bersabar dalam setiap langkah kehidupan. Meskipun demikian tidak pernah berhenti ber-ikhtiar melalui usaha lahiriah yang cerdas dan keras.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar